Buying back memories (part1)
Is there a cure among us
From this processed sanity
I weaken with each voice that sings
In this world of purchase
I’m going to buy back memories
To awaken some old qualities
Have I got a long way to run
(Run by Collective Soul)
Kalo gw ditanya kapan masa2 paling menyenangkan dalam hidup gw, sekarang ini gw mungkin akan menjawab, masa menyenangkan dalam hidup gw ada sewaktu gw masih kecil sampe sekitar usia TK dan masa menyenangkan kedua adalah ketika gw SMA.
Apa sih yang ga menyenangkan dari masa kecil? Man, lo gak perlu mikir apapun. You could say whatever you wanted to say. You could do every single thing that you wanted to do. Ga ada yang perlu dipikirin. Ga ada yang perlu dikhawatirin. Gw rindu masa itu. Gw rindu masa2 dimana gw ga harus repot ngerjain tugas kuliah ato sekolah. Masa dimana semua orang akan melihat segala tindakan lo adalah benar. Tindakan lo adalah sebuah hal yang lucu bagi orang2 di sekitar lo sehingga senakal apapun lo, orang2 di sekitar lo ga bakal tega buat marahin lo. Oh menyenangkan!!
Lo bayangin ajah, dulu waktu kita kecil kalo kita nimpuk orang lain, orang itu paling akan senyum2 sama lo. Coba sekarang lo nimpuk orang. Hhmmm sukur2 deh kalo lo ga benjol.
Hhhmmmm.
Okay, let’s move on.
Selanjutnya adalah masa2 SMA. Masa abu-abu. Hhmmmm gw rindu bau SMA. Masa SMA gw……. Ahhhh can’t find a word to explain that mate!!! Pernah seorang temen yang tau kalo waktu SMA gw ancur nanya, “Kalo lo bisa balik lagi ke masa SMA, apa yang mo lo ubah?” gw jawab: “Ga ada!!”. Yang gw alami adalah masa yang indah. Dan ga ada secuil pun dari itu yang pengen gw ubah. Gw juga ga menyesali kesalahan-kesalahan bodoh yang gw lakukan di masa itu.
Gw masuk di SMA dimana di SMA itu nyokap gw bekerja sebagai guru BP. Yah, suatu fakta yang ga pernah bisa mencegah fakta lain bahwa selama gw sekolah disana gw harus tiga kali berurusan dengan BP.
Maksud nyokap bokap gw nyekolahin gw ke SMA adalah agar anaknya mendapat ilmu. Itu bener. Tapi itu ga menutup kenyataan bahwa faktanya pengetahuan yang gw dapat jauh melebihi ilmu yang gw serap. Ga usah gw jelasin. Tau kan bedanya ilmu dan pengetahuan?
Masa SMA menyuguhkan pengetahuan berlimpah sampe gw kadang ga bisa mikir lagi mana yang harus gw telan atau muntahkan. Terlalu banyak hal yang gak diajarkan oleh guru di dalam kelas yang justru merupakan hal yang sangat penting dalam hidup kita.
Masa SMA mengajarkan lo bagaimana bertoleransi lebih riil dari pada yang diajarkan di pelajaran PPKn. Mengajarkan bagaimana “membumikan” ayat-ayat-Nya yang senantiasa lo rapalkan ketika jam pelajaran Agama. Mengajarkan mengelola uang dalam hal ini uang jajan lebih aplikatif dibanding pelajaran Akuntansi. Mengajarkan bahwa hidup tuh terkadang ga sama dengan apa yang ada di Matematika. Namun, seperti Fisika, masa SMA juga mengajarkan bahwa “gaya” tuh penting. J
Dan seperti Fisika juga, masa SMA mengajarkan bahwa jarak juga harus diperhitungkan.
Rumah gw di Cimanggis. Sekolah gw, SMA 14, terletak di Cawang. Deket? Iya kalo pake peta dengan skala 1:1000.000. Sebenernya jugz ga jauh2 banget sih, tapi masalahnya adalah perjalanan kesana melewati beberapa spot macet. Jadi gw harus berangkat pagi2 buta. Bareng maling pulang kerja. Pilihannya seperti ini:
a. Gw berangkat jam 05.15 maka gw akan sampe sekolah jam 06.00.
b. Gw berangkat jam 05.30 maka gw akan sampe sekolah jam 06.30.
c. Gw berangkat jam 05.45 maka gw akan sampe sekolah jam 07.15 dan ini artinya gw harus lempar tas lewat mushola n masuk dengan membawa kertas sambil pura2 habis dari tukang fotokopi.
d. Berangkat jam 06.00 maka mendingan gw pulang dan nonton gossip aja di TV.
Jam keberangkatan gw akan semakin pagi ketika harus ada PR yang harus dikerjai ato LKS yang harus dikumpul. Akan jauh lebih pagi lagi ketika ada ulangan Fisika, Matematika ato Kimia. Gw harus memastikan bahwa gw dapet tempat duduk di deket temen gw yang pinter.
Kegagalan mendapatkan tempat duduk yang strategis dalam jangka panjang akan berdampak fatal bagi masa depan, dalam jangka pendek akan mengakibatkan kegilaan sesaat karena selama ulangan berlangsung gw akan cengar-cengir doang. Ga bisa ngerjain.
Gw pernah ulangan Matematika. Gurunya bikin soal 4 jenis. Itu artinya, orang yang soalnya sama dengan yang lo miliki adalah orang yang duduk dua kursi di depan lo. Intinya, susah buat nyontek. Kalo pun mo nyontek, lo harus hati2. Gurunya namanya Pak Simarmata. Orang Batak. Matanya awas (eh premis “orang Batak” dan “matanya awas” ga usah dikait-kaitkan yah!!). Harga ulangannya mahal!! Sekali ulangan, selembar soal dihargai 1000. Untuk hak cipta pembuatan soal katanya. Soalnya cuma ada 10 biji. Tapi bikin mencrett. Ulangan pertama sama dia, gw cuma bisa ngerjain 2 biji. Sisa waktu ulangan gw habiskan dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat. Apakah gerangan itu? Gw n temen sebangku gw, si Fajar, menghabiskan waktu dengan melakukan perlombaan pinter2an kalkulator. Yah bermanfaat sekali bagi perkembangan teknologi bukan? Dengan kegiatan itu, dapat diketahui bahwa kalkulator Texas Instruments gw (yang sekarang udah ilang gara2 dibuang nyokap karena disangka udah rusak) jauh lebih bermutu daripada Casio seri fx 350-nya si Fajar. Ini bukan kegiatan yang sia2. Sungguh! Dengan kegiatan ini kami berharap bahwa ke depannya, Casio akan meningkatkan kualitas produknya demi meningkatkan tingkat penjualan. Oohhh tulus sekali bukan? Casio seharusnya memberi kami penghargaan untuk ini.
Kalo di ulangan Fisika, Kimia dan Matematika gw yang harus berangkat pagi untuk mendapatkan tempat yang strategis, lain ceritanya kalo ulangan Bahasa Inggris. Bahsa Inggris adalah satu diantara sedikit -kalo ga mau diilang satu2nya- keunggulan gw dibandingin anak yang laen. Sebenernya gw jg ga jago2 amat. Cuma modal pede ajah. Dan kayak yang gw bilang diatas, masa SMA member kita kesempatan untuk mempraktekkan teori di pelajaran ke dunia nyata. Dalam ulangan Bahasa Inggris, gw baru menyadari apa yang dimaksud dengan Trickle Down Effect Theory. Yah sungguh indah bahasanya. Padahal intinya adalah gimana jawaban gw, sebagai orang yang diyakini kehebatannya (ketauan banget gw jarang diakui kehebatannya) bisa memberikan manfaat (baca: contekan) bagi anak2 laen.
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (3)
- Juli 2008 (1)
- Juni 2008 (1)
- Mei 2008 (7)
- Maret 2008 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS